Kamu berjalan ke arah gerbang subway di Seoul, menempelkan kartu kreditmu seperti yang biasa kamu lakukan di London atau Singapura — dan tidak terjadi apa-apa. Gerbangnya tetap tertutup. Di belakangmu, semua orang cukup menempelkan sebuah kartu plastik kecil ke mesin pembaca dan langsung melenggang masuk.
Kartu itu adalah T-money, dan di Korea kartu ini bukan sekadar pilihan — ini keharusan. Inilah cara kamu benar-benar bisa naik bus dan subway. Kartu Visa atau Mastercard asing milikmu — bahkan yang ada di Apple Pay — tidak akan bisa ditempelkan di gerbang sini (dengan satu pengecualian kecil yang akan kita bahas nanti). Jadi hal praktis pertama yang harus kamu urus begitu mendarat adalah membeli kartu T-money dan mengisinya dengan uang tunai. Berikut semua yang perlu kamu tahu, dijelaskan seperti orang lokal menjelaskannya.
Apa itu T-money sebenarnya
T-money adalah kartu transportasi isi ulang milik Korea. Kamu mengisi uang ke dalamnya, lalu menempelkannya ke mesin pembaca untuk membayar — di subway, bus kota, kebanyakan taksi, bahkan untuk belanja kecil di minimarket. Kartu ini berlaku di seluruh Korea: kartu yang sama bisa dipakai naik subway di Seoul, bus di Busan, dan metro di Daegu atau Incheon.
Ada dua hal yang biasanya bikin orang kaget: kartu ini benar-benar anonim (tanpa KTP, tanpa registrasi, tanpa aplikasi — kamu tinggal beli dan pakai), dan kartunya sendiri tidak terhubung ke kartu bankmu. T-money menyimpan saldo tunainya sendiri, dan saldo itu kamu isi ulang secara terpisah.
Salah satu alasan kartu ini nyaris wajib: orang Korea sering kali bahkan tidak membawa kartu terpisah — kartu bank biasa mereka sudah punya fungsi transportasi di dalamnya — tapi sebagai turis asing, kartu T-money khusus adalah jalur paling simpel. Kamu bisa saja naik subway sekali saja pakai tiket sekali jalan dari mesin di stasiun (dengan deposit kecil yang bisa dikembalikan), tapi untuk apa pun selain itu, jauh lebih tidak ribet kalau membawa T-money. Dan karena makin banyak bus kota yang tidak lagi menerima uang tunai, kartu yang sudah terisi kini cepat berubah dari sekadar enak-dipunya menjadi keharusan.
Di mana membelinya
Semua minimarket menjual kartu T-money, dan mereka ada di hampir setiap sudut jalan: GS25, CU, 7-Eleven, dan Emart24. Cukup bilang “T-money, please,” tunjuk display kartu di dekat kasir, lalu bayar tunai. Kamu juga bisa membelinya dari mesin dan meja informasi di dalam stasiun subway, serta di toko-toko di Bandara Incheon.
- Harga: sekitar ₩2.500–4.000 untuk kartu polos (edisi karakter lucu harganya sedikit lebih mahal).
- Penting: harga kartu itu tidak bisa dikembalikan — kamu membeli kartunya, bukan membayar deposit. Hanya saldo yang kamu isi yang nanti bisa dikembalikan.
- Jebakan di bandara: CU di dalam Terminal 1 Incheon dikenal kadang hanya menyediakan Cashbee (kartu pesaing yang nyaris identik) alih-alih T-money. Kalau kamu memang khusus mau T-money di sana, coba 7-Eleven atau GS25. Jujur saja, mana pun yang kamu dapat hampir tidak masalah: Korea menjalankan satu sistem bersama, jadi T-money, Cashbee, dan eZL (eZL adalah nama baru Cashbee) semuanya bisa ditempelkan di gerbang, bus, dan taksi yang sama persis di seluruh negeri. T-money punya jangkauan paling luas, terutama di Seoul; Cashbee dan eZL populer di Busan. Kalau akhirnya kamu dapat yang satunya, kamu tidak kehilangan apa-apa.



Cara mengisi ulang — dan jebakan uang tunainya
Ini satu hal terpenting yang perlu kamu tahu, karena hampir setiap wisatawan terjebak di sini:
T-money diisi ulang dengan uang tunai. Kartu kredit dan debit asing tidak bisa dipakai untuk mengisinya.
Di minimarket, serahkan kartumu dan beberapa lembar uang tunai ke kasir lalu bilang “chungjeon” (충전, “isi ulang”) atau cukup “top up, please.” Di stasiun subway, mesin isi ulang kebanyakan juga hanya menerima uang tunai, meski ada menu berbahasa Inggris. Jadi aturannya sederhana: bawalah won Korea dalam bentuk tunai untuk transportasi, meskipun kamu membayar semua hal lainnya dengan kartu.
Ada beberapa batasan: kamu bisa menyimpan sampai ₩500.000 di dalam kartu, dan menambah sampai ₩90.000 sekali isi. Kebanyakan orang cukup mengisi ₩10.000–30.000 dan isi ulang lagi sambil jalan.







Di mana kartu ini berlaku — seluruh negeri, bukan cuma Seoul
Mitos yang umum adalah T-money hanya berlaku di Seoul dan kamu butuh kartu berbeda di tempat lain. Tidak benar. Berkat standar kartu yang kompatibel se-nasional, satu kartu T-money bisa dipakai di:
- Setiap sistem subway di Korea — Seoul, Incheon, Busan, Daegu, Daejeon, dan Gwangju.
- Bus kota di mana saja, termasuk Ulsan dan Sejong (yang punya bus tapi tidak punya subway), bahkan kebanyakan bus desa dan bus antar-kabupaten kecil di pelosok provinsi.
- Pulau Jeju — bus kota, bus bandara, dan bus desa semuanya menerima T-money.
- Kebanyakan taksi (cari stikernya), serta belanja kecil di minimarket, sebagian kafe, dan mesin penjual otomatis.
Jadi kamu bisa membeli kartu di Seoul dan menempelkannya di bus di Busan atau bus desa di Jeju tanpa perlu pikir dua kali.
Yang TIDAK tercakup — siapkan sedikit uang tunai untuk yang berikut:
- KTX dan kereta lainnya, serta bus antarkota/ekspres — ini bertiket, bukan tempel-lalu-naik, jadi pesan tiket terlebih dahulu.
- Feri ke dan antar pulau — feri penumpang bukan bagian dari sistem kartu transportasi. Beli tiket di terminal, dan bawa paspormu, karena feri mencatat data penumpangnya.
- Segelintir kabupaten sangat terpencil dan pulau-pulau kecil masih menjalankan bus yang hanya menerima uang tunai (sebagian pulau di Laut Kuning yang jauh, Ulleungdo, Jindo). Kecuali perjalananmu masuk jauh ke pedesaan, kemungkinan besar kamu tidak akan pernah menemuinya, tapi bawalah sedikit uang tunai untuk berjaga-jaga.
Membayar taksi dengan T-money
Ya — di dalam taksi kamu menempelkan T-money ke terminal di mobil (yang sama dengan yang membaca kartu kredit) di akhir perjalanan. Pastikan saldonya cukup: kartu prabayar tidak bisa minus, jadi pembayaran akan gagal kalau saldomu tidak menutupi ongkosnya.
Cara ini andal di taksi kota di seluruh negeri, tapi tidak selalu pasti di mana-mana. Sebagian taksi mewah (hitam) dan taksi jumbo, serta banyak taksi di kota kecil dan pedesaan, hanya menerima kartu kredit (bukan kartu transportasi prabayar) atau hanya menerima uang tunai. Jadi bawalah kartu kredit dan sedikit uang tunai sebagai cadangan — terutama di luar kota-kota besar, di pedesaan Jeju, dan larut malam.
Memesan taksi lewat Kakao T? Kamu tidak perlu kartu yang terdaftar di Korea. Pilih “Pay to Driver” dan kamu tinggal menempelkan T-money (atau bayar dengan kartu atau tunai) di dalam mobil, sama seperti taksi biasa di jalan. Yang butuh nomor telepon Korea dan sering gagal untuk kartu asing adalah pembayaran kartu otomatis di aplikasinya — jadi pilih “Pay to Driver” lalu tempel kartunya.
Cara menempelkan kartu yang benar
- Subway: tempelkan kartu mendatar ke mesin pembaca di gerbang saat kamu masuk, dan tempel lagi saat kamu keluar. Ongkosnya berdasarkan jarak, jadi butuh dua kali tempel.
- Bus: tempel saat kamu naik — dan tempel lagi di mesin pembaca dekat pintu belakang saat kamu turun. Tempelan kedua itu memberimu transfer gratis atau murah ke bus atau subway berikutnya dalam waktu sekitar 30 menit (satu jam antara pukul 9 malam dan 7 pagi), sampai empat kali transfer per hari. Tapi kalau lupa tempel saat turun, kamu bisa kehilangan diskon transfernya.


Baru untuk 2026: selalu tempel saat keluar. Sejak Maret 2026, kalau kamu menempel saat masuk dengan kartu T-money tapi lupa menempel saat keluar di gerbang subway, sistem akan menambahkan satu ongkos dasar ekstra pada perjalanan berikutnya — sekitar ₩1.550 untuk dewasa (₩900 remaja, ₩550 anak). Gerbangnya toh tidak akan terbuka tanpa tempelan, jadi jadikan menempel saat keluar sebagai refleks. Tiket sekali jalan dan travel pass dikecualikan.
Ada satu kemurahan kecil yang berlaku sebaliknya: kalau saldomu turun sedikit di bawah ongkos, T-money tetap membolehkanmu lewat sekali dan mengambil kekurangannya dari isi ulangmu berikutnya. Tapi ini hanya berlaku untuk satu kali naik — isi ulang sebelum naik lagi.
Satu kartu juga bisa membayar untuk teman: tempelkan lalu beri tahu sopir (atau tekan jumlah orangnya), dan kartu itu akan memotong beberapa ongkos sekaligus. Praktis untuk pasangan dan keluarga.

Satu kartu per orang — ya, bahkan untuk satu keluarga
Naluri kita ingin membeli satu kartu dan membayar untuk seluruh keluarga dengannya. Jangan — di Korea kamu memang benar-benar butuh satu kartu per orang, karena dua alasan.
Pertama, gerbang subway hanya menerima satu orang per tempel. Kamu tidak bisa mengibaskan satu kartu untuk meloloskan satu keluarga berisi empat orang lewat gerbang putar; setiap orang menempelkan kartunya sendiri saat masuk dan keluar. Berbagi kartu sama sekali tidak mungkin di bawah tanah.
Kedua, diskon transfer dilacak per kartu. Korea punya sistem yang murah hati, di mana transfer antara bus dan subway (dan bus ke bus) gratis atau murah — sampai empat kali transfer dalam waktu sekitar 30 menit (satu jam saat larut malam), asalkan kamu memakai kartu yang sama dan ingat untuk menempel saat turun ketika kamu meninggalkan bus. Diskon itu mengikuti kartunya, jadi setiap penumpang butuh kartunya sendiri untuk menjaga rantai transfernya sendiri. (Kamu bisa membayar beberapa orang dengan satu kartu di bus dengan memberi tahu sopir jumlahnya — tapi diskon transfer hanya berlaku kalau seluruh rombongan tetap bersama sampai ke halte yang sama, dan gugur begitu ada yang berpisah. Lebih simpel membawa satu kartu masing-masing.)
Ongkos berdasarkan usia — dan bepergian bersama anak atau lansia
Ongkos tergantung usia, tapi kartu T-money polos tidak tahu berapa umur penumpangnya — kartu ini akan mengenakan ongkos dewasa untuk semua orang sampai kamu mendaftarkan tanggal lahir. Berikut rinciannya (ongkos kartu T-money di Seoul; tunai sedikit lebih mahal):
| Penumpang | Usia | Subway | Bus kota |
|---|---|---|---|
| Dewasa | 19+ | ₩1.550 | ₩1.500 |
| Remaja | 13–18 | ₩900 | ₩900 |
| Anak | 6–12 | ₩550 | ₩550 |
| Di bawah 6 | — | Gratis | Gratis |
| Lansia (penduduk Korea) | 65+ | Gratis | Ongkos dewasa |
Diskon anak — dan bagaimana turis bisa mendapatkannya. Untuk membayar ongkos anak atau remaja, kamu mendaftarkan tanggal lahir anak pada kartu T-money. Cara mudahnya: beli kartu standar di minimarket dan minta petugas mendaftarkannya di tempat — kamu hanya butuh paspor anak (untuk tanggal lahirnya), tanpa KTP Korea, telepon, atau rekening bank, dan diskonnya langsung berlaku. (Kalau sebaliknya kamu membeli kartu kosong dari mesin stasiun lalu langsung mulai naik, kamu harus mendaftarkan tanggal lahir dalam 10 hari atau diskonnya hangus — jadi jalur lewat kasir lebih bersih.) Kartu yang belum terdaftar mengenakan ongkos dewasa penuh, jadi langkah kecil inilah yang menghematmu kira-kira ₩1.000 per perjalanan untuk seorang anak.
Balita di bawah 6 tahun naik gratis. Anak yang belum berusia 6 tahun tidak membayar apa pun di bus maupun subway — sampai tiga anak per orang dewasa pendamping (anak keempat membayar ongkos anak). Mereka tidak butuh kartu dan tidak butuh registrasi; mereka tinggal ikut bersamamu. Ini berlaku sama untuk keluarga asing seperti untuk keluarga Korea, karena murni berdasarkan usia.
⚠️ Yang menentukan adalah ulang tahun ke-6, bukan tahun lahir. Sebagai gambaran kasar, pada Juni 2026 penumpang gratis adalah anak yang lahir sekitar pertengahan 2020 (sekitar Juli 2020) ke atas — siapa pun yang belum mencapai ulang tahun keenamnya. Jebakannya: patoklah dari tanggal lahir sebenarnya, bukan tahunnya. Seorang anak yang lahir awal 2020 dan sudah berulang tahun ke-6 tahun ini harus membayar ongkos anak, meskipun ia “lahir tahun 2020.” Begitu ulang tahun ke-6 anakmu lewat, ia mulai membayar.
Sedikit trik subway untuk anak yang gratis. Di bus itu mudah — si kecil tinggal naik bersamamu. Gerbang subway sedikit lebih rumit, karena anak tidak punya kartu untuk ditempel: dorong anak lewat gerbang tepat di depanmu, lalu tempelkan kartumu sendiri persis di belakangnya dan berjalan bersama dengan cepat. Gerbang hanya terbuka sesaat, jadi jangan biarkan ada jarak terbuka di antara kalian.
Kakek-nenek, baca ini baik-baik. “Subway gratis untuk lansia” yang terkenal di Korea adalah tunjangan kesejahteraan untuk penduduk Korea berusia 65 tahun ke atas (usianya 65, bukan 60), yang terkait dengan pendaftaran penduduk Korea. Turis asing tidak mendapatkannya — wisatawan berusia 65 tahun membayar ongkos dewasa normal. Ini juga hanya berlaku untuk subway; bahkan lansia Korea membayar ongkos penuh di bus. Dan jangan mencoba memakai tiket sekali jalan untuk lansia tanpa memenuhi syarat — itu dianggap sebagai penghindaran ongkos, dengan denda yang berat.
Langkah paling simpel untuk keluarga: kalau kalian semua aktif berkeliling wisata, cukup belikan semua orang Climate Card tiket harian dengan harga tetap — harganya sama untuk semua usia, tanpa registrasi dan tanpa perlu mengejar tunjangan lansia (yang toh tidak berlaku untuk turis). Kalau kamu lebih suka membayar per perjalanan, daftarkan kartu T-money anak-anak dan perlakukan kakek-nenek sebagai dewasa.
Memakai T-money di iPhone (bisa, tapi perhatikan jebakannya)
Selama bertahun-tahun aturannya adalah “iPhone tidak bisa dipakai untuk transportasi Korea.” Itu berubah pada pertengahan 2025 — kamu kini bisa memasukkan T-money ke Apple Wallet dan naik dengan sekali tempel (tanpa perlu Face ID, di iPhone XS / iOS 17.2 atau yang lebih baru). Kabar baiknya: kamu tidak perlu Apple ID Korea. Tapi ada jebakan yang nyata, jadi berikut versi jujurnya.
Tambahkan dengan cara yang benar. Jangan pakai tombol “Add Transit Card” milik Apple Wallet sendiri — alur itu menuntut Hyundai Card Korea untuk mengaturnya, yang tidak dimiliki kebanyakan turis. Sebagai gantinya, pasang aplikasi gratis Mobile Tmoney (tersedia di App Store AS, Inggris, dan negara lain, bukan hanya Korea), buka, tekan “Browsing” (둘러보기) untuk melewati pendaftaran dan verifikasi telepon Korea, lalu pilih “Add to Apple Wallet.” Kalau muncul pesan “region settings prevent Apple Pay,” buka Settings → General → Language & Region, ganti region ke luar negeri lalu kembali ke Korea Selatan, dan coba lagi.
Mengisi ulangnya adalah bagian yang lebih sulit. Kamu tidak bisa mengisi kartu dengan kartu asing dari dalam Apple Wallet (fitur isi ulang dengan kartu asing yang dijanjikan dibatalkan pada awal 2026). Satu-satunya pilihanmu adalah uang tunai di kios stasiun subway, atau aplikasi Mobile Tmoney dengan Mastercard, Amex, atau UnionPay (biaya sekitar 4–5% — Visa tidak berlaku, dan bahkan kartu yang didukung pun bisa tidak stabil).
Kesimpulan jujurnya: fitur ini praktis saat mau berfungsi, tapi ribet, dan banyak wisatawan memutuskan bahwa repotnya tidak sepadan. Kalau kamu tidak mau berjudi, cukup beli kartu T-money fisik di minimarket mana pun, atau ambil WOWPASS — keduanya lebih andal untuk perjalanan singkat. (Satu keanehan lagi: bahkan setelah diatur, kartu di Apple Wallet bisa untung-untungan di terminal kasir minimarket, jadi siapkan cara bayar lain untuk belanja.)
Tidak berminat pakai kartu? Tiket sekali jalan
Kalau kamu hanya naik sekali atau dua kali dan tidak mau kartu isi ulang, kamu bisa membeli tiket sekali jalan di mesin stasiun yang sama. Pilih tujuanmu di layar, bayar tunai, lalu keluar sebuah kartu kuning tipis — ongkos ditambah deposit ₩500 yang bisa dikembalikan.


Tempelkan di gerbang seperti kartu lainnya. Lalu saat keluar, masukkan kartu bekas pakai itu ke mesin Deposit Refund di dekat gerbang dan ₩500-mu langsung keluar kembali. Ini lebih repot dibanding sekadar menempelkan kartu T-money, jadi cara ini benar-benar hanya masuk akal untuk sekali naik singkat. (Satu keanehan yang menguntungkan: tiket sekali jalan dikecualikan dari denda tempel-saat-keluar subway yang kini berlaku untuk kartu T-money.)



Kartu atau pass T-money mana yang sebaiknya kamu ambil?
T-money hadir dalam beberapa versi, dan ada beberapa pass yang layak diketahui. Berikut cara memilihnya:
- Tmoney Travel Card (₩4.000): versi turis dari kartu dasar. Fungsinya persis seperti T-money biasa — bus, subway, taksi, dan minimarket se-nasional — dan menambahkan diskon kecil dari mitra di beberapa tempat wisata dan toko. Dijual di minimarket dan meja tiket bus berpetugas di Bandara Incheon. Untuk kebanyakan wisatawan, ini adalah pilihan default yang simpel. (“Korea Tour Card” yang lama sudah dihentikan dan dilebur ke dalam kartu ini.)
- Tmoney Travel Card + (₩6.000): Travel Card yang sama digabung dengan WOWPASS. Selain untuk transportasi, kartu ini berfungsi sebagai kartu belanja mata uang asing di terminal IC Korea (termasuk toko yang tidak menerima kartu asing), dan kamu mengisi ulang atau menarik uang tunai lewat kios dan aplikasi WOWPASS. Sepadan dengan tambahan ₩2.000 kalau kamu ingin satu kartu untuk transportasi sekaligus belanja.
- Climate Card (기후동행카드): transportasi tanpa batas di Seoul dengan harga tetap — 1 hari ₩5.000 hingga 7 hari ₩20.000. Kalau kamu menginap di Seoul dan sering naik transportasi, ini pilihan paling murah. Hanya berlaku di Seoul, dan di iPhone ini berupa kartu fisik.
- Seoul Metropolitan M-PASS (수도권 M-PASS): pass yang berlaku untuk sampai 20 kali naik per hari di metro, bus kota Seoul, dan kereta bandara (kereta biasa, bukan ekspres). Harganya mulai dari 1 hari ₩15.000 (₩12.000 kalau kamu beli setelah pukul 5 sore) hingga 7 hari ₩64.500, termasuk deposit kartu ₩5.000 yang sebagian besar kamu dapatkan kembali. Kendalanya: pass ini hanya dijual dan dikembalikan di satu tempat — T-money Town dekat Seoul Station (Exit 10), hari kerja pukul 9 pagi–6 sore — dan jauh lebih mahal dibanding Climate Card. Pass ini terutama menguntungkan kalau kamu banyak mengandalkan kereta bandara atau naik transportasi dengan sangat intens.
- WOWPASS / Cashbee: WOWPASS adalah kartu serba-satu belanja-plus-transportasi (juga dibundel sebagai Travel Card +). Cashbee adalah kartu transportasi pesaing yang setara — tidak masalah kalau akhirnya kamu dapat yang ini.
Untuk kebanyakan pemula: ambil Tmoney Travel Card demi kesederhanaan, tambahkan Climate Card kalau kamu akan berkeliling seluruh Seoul, atau naik kelas ke Travel Card + kalau kamu ingin fungsi belanja sekalian.
Mengambil kembali uangmu sebelum pulang
Kamu bisa mengembalikan sisa saldo — tapi tidak pernah harga kartunya (itu pembelian, bukan deposit). Ke mana kamu harus pergi tergantung berapa sisanya:
- Jumlah kecil — di minimarket dengan biaya ₩500: sampai sekitar ₩20.000 di GS25/7-Eleven, atau ₩30.000 di CU/Emart24.
- Sampai ₩50.000 — di pusat layanan stasiun subway (biaya ₩500).
- Jumlah lebih besar — di T-money Town dekat Seoul Station (Exit 10), sampai ₩500.000 tanpa biaya. Kendalanya: jumlah ₩100.000 atau lebih tidak dibayar tunai — melainkan ditransfer ke rekening bank Korea pada hari kerja berikutnya. Tanpa rekening Korea, turis praktis tidak bisa mengambil kembali saldo besar dalam bentuk tunai.
⚠️ Tidak ada loket pengembalian setelah pemeriksaan keamanan bandara. Di Incheon kamu hanya bisa mengembalikan saldo di area landside, sebelum pemeriksaan keamanan (minimarket, atau meja Airport Railroad di lantai B1 sampai ₩50.000); begitu kamu sudah melewatinya, saldomu terjebak di sana.
Jadi aturannya sederhana: jangan mengisi kartu terlalu banyak. Isi ulang dalam jumlah kecil (₩5.000–10.000) menjelang akhir perjalananmu, dan habiskan sisanya — T-money bisa dipakai untuk membeli camilan, kopi, dan naik taksi — sebelum kamu berangkat ke bandara. Kalau akhirnya kamu punya saldo besar, kembalikan sebelum pemeriksaan keamanan bandara, dalam potongan di bawah ₩100.000 kalau kamu ingin uang tunai.
Mitos Apple Pay, dibongkar
Mungkin kamu pernah membaca judul berita seperti “Apple Pay / Mastercard kini berlaku di subway Seoul.” Hati-hati — itu menyesatkan. Yang sebenarnya digambarkan judul-judul itu adalah memasukkan T-money itu sendiri ke Apple Wallet (diatur lewat aplikasi Mobile Tmoney, seperti dibahas di atas) lalu menempelkan itu. Gerbangnya tetap membaca saldo T-money-mu, tidak pernah kartu bankmu. Kamu tidak bisa menempelkan Visa, Mastercard, atau Apple Pay asing langsung di gerbang Seoul untuk naik.
Satu-satunya tempat di mana tempel-lalu-naik dengan kartu langsung benar-benar berhasil hari ini adalah bus kota Pulau Jeju, yang sejak 2025 menerima kartu Visa (fisik atau di teleponmu). Di tempat lain — Seoul, Busan, Incheon, kereta bandara — yang berlaku adalah T-money. Seoul berencana menambahkan pembayaran kartu asing secara bertahap (bus, lalu gerbang subway sekitar 2027, penerapan penuh pada 2030), tapi belum tersedia untuk penumpang saat ini.
FAQ
Bisakah aku memakai kartu kredit asing untuk masuk ke subway Seoul?
Tidak. Gerbang Korea membaca T-money, bukan kartu contactless asing. Ambil T-money atau Climate Card. (Satu-satunya pengecualian hari ini adalah bus Pulau Jeju, khusus Visa.)
Bisakah aku mengisi ulang T-money dengan kartu asingku?
Tidak untuk kartu fisik — itu hanya tunai, jadi bawalah won Korea. (Kartu di Apple Wallet iPhone bisa diisi ulang di aplikasi Mobile Tmoney dengan Mastercard atau Amex — bukan Visa — tapi ribet.)
Apakah aku perlu mendaftarkan T-money atau mengunduh aplikasi?
Tidak. Kartu fisik itu anonim dan langsung bisa dipakai begitu keluar dari kemasan. Aplikasi hanya diperlukan kalau kamu ingin menambahkan T-money ke Apple Wallet iPhone (dan itu ribet — lihat bagian iPhone di atas).
Lebih baik T-money atau Climate Card?
Climate Card kalau kamu menginap di Seoul dan sering naik transportasi (tiket harian tanpa batas, murah). T-money biasa kalau kamu bepergian antar kota, karena berlaku se-nasional.
Di mana aku bisa mengambil kembali sisa saldoku?
Di minimarket (biaya ₩500) atau pusat layanan subway — tapi tidak di bandara, jadi lakukan sebelum kamu berangkat.
Apakah anak-anak dan lansia bayar lebih murah?
Anak-anak iya — daftarkan tanggal lahir anak pada kartu T-money (cukup paspor) untuk ongkos anak (6–12) atau remaja (13–18). Subway gratis untuk lansia di Korea berlaku untuk penduduk Korea usia 65+, jadi turis lansia asing membayar ongkos dewasa.
Bisakah keluargaku berbagi satu kartu T-money?
Tidak. Gerbang subway hanya menerima satu orang per tempel, dan diskon transfer dilacak per kartu — jadi setiap orang butuh kartunya sendiri untuk melewati gerbang dan menjaga transfer gratisnya masing-masing.
Apakah T-money berlaku di luar Seoul?
Ya — berlaku se-nasional. Satu kartu bisa dipakai di subway di Seoul, Busan, Daegu, Daejeon, Gwangju, dan Incheon, serta di bus kota dan bus pedesaan di seluruh negeri, termasuk Jeju. Cukup siapkan sedikit uang tunai untuk feri, kereta, bus antarkota, dan beberapa rute sangat terpencil yang hanya menerima uang tunai.
